Rabu, 10 Oktober 2012

Sejarah Perkembangan Agama Buddha Di Negara Afganistan



A.    Latar Belakang Afghanistan
Afghanistan, terletak di titik tengah dari Asia dan Silang jalan utara dan selatan, antara timur dan barat terkenal "Sutra Cina Rute" Karena Posisi Geografis di Masa lampau menjadi Pertemuan Masyarakat Yang berbeda dan berbagai peradaban, yaitu Arya, (Baktrian atau Rivedic ), Achaemenian, (Buddha Yunani, dan Kushan). Pengaruh kumulatif Dari fertilisasi Silang sector menemukan berbagai Ekspresi Seni Sekolah.
Afghanistan negara di persimpangan jalan Asia tengah, telah banyak mengalami sejarah yang bergolak. Sejak berkurun lamanya, Afghanistan pernah dijajahi banyak kuasa-kuasa besar seperti Genghis Khan dan Alexander Agung.
Sebuah negara Afghanistan telah diasaskan pada tahun 1746 di bawah Empayar Durrani tetapi kuasa pemerintah telah dipindahkan kepada British sehingga Raja Amanullah menaiki takhta pada tahun 1919. Sejak itu, Afghanistan telah melalui bermacam jenis pemerintahan dan beberapa perang saudara. Raja-raja Afghanistan berasal daripada puak abdali dari suku etnik Afghan, dan nama puak tersebut ditukarkan kepada “Durrani" sejak Ahmad Shah menaiki takhta.
Pada kurun ke-20, sebanyak sebelas raja-raja Afghanistan telah diturunkan takhta menerusi cara-cara yang tidak demokratik: 1919 (dibunuh), 1929 (meninggalkan takhta), 1929 (dihukum mati), 1933 (dibunuh), 1973 (dibuang), 1978 (dihukum mati), 1979 (dihukum mati), 1979 (dihukum mati), 1987 (disingkir), 1992 (diguling) dan 1996 (diguling).
Zaman stabil yang terakhir sekali dikecapi oleh Afghanistan wujud dari tahun 1933 hingga 1973, apabila negara itu berada di bawah pimpinan Raja Zahir Shah. Pada 1973, Sardar Mohammed Daoud, Zahir Shah telah melancarkan rampasan kuasa. Namun pada 1978, Daoud dan keluarganya dibunuh oleh ahli komunis Partai Demokratik Rakyat Afghanistan yang memberontak dan berjaya mengambil alih kuasa memerintah.
Penentangan dan konflik yang hebat terhadap kerajaan berhaluan kiri telah memaksa Kesatuan Soviet untuk menakluk Afghanistan pada 24 December 1979. Namun demikian, setelah berhadapan dengan tekanan antara bangsa dan 15,000 askar Soviet terkorban akibat tentangan puak Mujahidin yang dilatih oleh Amerika Syarikat, Pakistan dan kerajaan lain; askar Soviet berundur dari tanah air Afghanistan pada tahun 1989.
B.      Sejarah Buddhisme Di Afganistan
Sejarah Buddhism di Afghanistan memiliki sejarah panjang ribuan tahun, mulai dari sejarah awal Buddhisme Mahayana ke abad pertama setelah penaklukan Islam pertama, di mana agama Buddha terus berada di wilayah tersebut dan Buddha yang pada umumnya diperlakukan sebagai agama lain minoritas di negara-negara Islam, banyak forebearers Iran dari Pashtun, termasuk Scythians.
Afghanistan adalah wilayah tua yang dulu pernah dikunjungi oleh Alexander The Great, atau Aleksander Agung, atau dalam naskah Arab disebut dengan nama Iskandar Zulkarnain. Aleksander Agung berkunjung dan menguasai daerah tersebut pada kira-kira tahun 312 SM.
Pada Masa sebelum perang Dunia I Afgahnistan dibawah ke Khalifahan Abassyiah dan Turki Utsmani. Kekhalifahan Turki Ustmani runtuh dan Turki jatuh ketangan Barat bergabung dengan kekuatan Aliansi Facis Jerman, Italia, Turki dan Jepang melawan Sekutu Amerika Serikat, dan Uni Sovet dan Inggris, pada Perang Dunia II. Sampai akhirnya pihak Aliansi dikalahkan pada Perang Dunia II, dan negara yang kalah pada Perang Dunia II tidak diperbolehkan menguasai daerah jajahan, maka Afghanistan yang pada mulanya dikuasai Turki terpaksa melepaskan Afghanistan dan akhirnya wilayah ini jatuh dibawah kekuasaan Uni Soviet.
Sejak Perang Dunia berakhir banyak wilayah jajahan berhasil berjuang mendapatkan kemerdekaannya. Tetapi lain dengan Afghanistan, ketika dikuasai Turki, Afghanistan tidak merasa terjajah bahkan membangun bersama dan merasa bersaudara. Tetapi tidak ketika dibawah Uni Soviet Afghanistan merasa terjajah. Dan sejak itu Afghanistan memperjuangkan kemerdekaan negaranya dari jajahan Uni Soviet tetapi tidak kunjung berhasil.
Sampai masa perang dingin berlangsung, wilayah ini berjuang untuk mendapatkan kemerdekaannya dari Uni Soviet. Perjuangan rakyat Afghanistan dalam memperoleh kemerdekaannya dikenal dengan kelompok Mujahidin. Kelompok Mujahidin Afghanistan dan kelompok yang bukan Mujahidin di tahun 1990 dikenal beberapa kelompok:
1)      Kelompok Mujahidin Hizbil Islami yang dipimpin oleh Ir. Gulbudin Hekmatyar Kelompok ini dikenal Solid dan Gencar melawan Penjajah Uni soviet, merupakan kelompok terbesar di Afghanistan yang mewakili etnik Fastun di wilayah itu.
2)      Kelompok Mujahidin Jami’at al Islami yang dipimpin oleh Prof. Burhannuddin Rabbani Kelompok terbesar kedua diwilayah ini. Kelompok ini pejuang yang konsisten dalam perebut kemerdekaan dan Jihad, kelompok ini mewakili etnis Tanjik.
3)      Kelompok Mujahidin Ittihadul Islami yang dipimpin oleh Prof. Abdur Rabbi ar Rasul Sayaf, kelompok ini juga memperkuat perjuangan Mujahidin Muslim Afghanistan dalam berjuang agar terbebas dari penjajah Komunis, Uni Soviet.
4)      Kelompok Syi’ah Hizb (Partai) wahdat dipimpin oleh Mujadidi
5)      Kelompok Milisi Dostum (Komunis) dipimpin oleh Jaelani
6)      Kelompok Mujahidin Hizbil Islamipimpinan Yunus Khalis.
Konflik antar Kelompok Mujahidin terjadi setelah Mujahidin menguasai Kabul dan Uni Soviet meninggalkan Afghanistan, pada 25 April 1992. pada saat menentukan kemerdekaan Afghanistan terjadi konflik internal antar kelompok Mujahidin disebabkan banyak lobi dan kepentingan Internasional agar Afghanistan terbentuk seperti kelompok Internasional. kesepakatan sempat terwujud dengan pengangkatan Prof. Burhanuddin Robbani sebagai presiden Afghanistan dan Ir. Gulbudin Hekmateyar sebagai perdana mentrinya, sebagai suatu kesepakatan yang terbentuk berdasarkan perjanjian di Peshawar Pakistan.
Pada tahun 349 SM, beberapa tahun setelah Konsili Kedua Buddha, tradisi Mahasanghika dari Hinayana memisahkan diri dari Theravada. Banyak Mahasanghika pindah ke Gandhara. Di Hadda, kota utama di sisi Afghanistan, dekat Jalalabad masa kini, mereka akhirnya didirikan Nagara Vihara Biara, dengan membawa tengkorak peninggalan Sang Buddha. Sebuah Theravada tua, Sambhuta Sanavasi, segera diikuti dan berusaha untuk mendirikan tradisi di Kapisha. Dia tidak berhasil, dan Mahasanghika berakar sebagai tradisi Buddhis utamTop of Forma Afghanistan.
Wilayah dalam perbatasan Afghanistan telah melihat banyak pergeseran budaya dan agama selama berabad-abad. Posisi geografis daerah antara / budaya Iran Persia dan Asia Selatan, dan kedekatan ke Jalan Sutera yang terkenal, yang menghubungkan Asia Timur dan peradaban Mediterania, Dll. Salah satu pengaruh besar adalah penaklukan daerah oleh Alexander Agung, yang didirikan daerah itu untuk waktu ke Dunia Helenistik, dan mengakibatkan pengaruh Helenistik yang kuat pada seni agama Buddha. Pada saat perkembangan ini, sebagian besar luas wilayahnya milik kerajaan Baktria dan Sogdiana.
Banyak monumen bersaksi dengan budaya Budha di Afghanistan sekarang. Pengaruh budaya dan seni Yunani di wilayah ini dapat diteliti dalam seni Buddha dan Buddha-Yunani. Detail sejarah tambahan dapat diteliti di bawah Hindu Islam Buddha Pra dan warisan dari Afghanistan dan Hindu di Afghanistan.
Seorang peziarah Buddhis dari Tiongkok yang bernama Hsüan-tsang (Xuanzang) melewati daerah ini sekitar tahun 630 dan menulis bahwa Bamiyan adalah sebuah pusat Buddha yang berkembang “dengan lebih dari sepuluh biara dan lebih dari seribu bhiksu”, ia juga menulis bahwa kedua patung Buddha ini “dihias dengan emas dan batu permata mulia”.
Banyak sekali patung Buddha yang ada di Afganistan ditemukan dalam keadaan hancur, penyebabnya bukanlah bencana alam tapi pengerusakan yang disengaja. Inilah pasang surut penghancuran dan pembangunannya kembali. Ketika Mahmud dari Ghazni menaklukkan Afganistan pada abad ke-12, patung-patung Buddha dan fresco-fresco tetap terlestarikan dari pengrusakan. Walau begitu, dalam kurun waktu bertahun-tahun para pengrusak simbol (iconoclast) Muslim, merusak beberapa detil patung, terutama wajah dan tangan.
Pada Juli 1999, Mullah Mohammed Omar menyerukan agar patung Buddha Bamiyan dilestarikan, karena potensial sebagai sumber pendapatan dari pengunjung internasional. Namun para pemuka agama Afghan melakukan kampanye untuk melarang semua hal yang dianggap bertentangan dengan Islam, termasuk patung berhala. Pada tahun 2001 Mahkamah Agung Taliban memutuskan bahwa semua patung di Afganistan harus dihancurkan karena telah atau dapat menjadi berhala.
Taliban adalah Mahasiswa yang berada di Afghanistan dan Pakistan yang membentuk kelompok hasil didikan Mujahidin-mujahidin Afghanistan. Cikal bakal Taliban sebenarnya sudah lama ada, tetapi gerakannya baru muncul setelah Kabul direbut tentara Mujahidin pada tanggal 25 April 1992, ketika Rejim Najibullah yang pro dan bawahan Uni Soviet berhasil disingkirkan.
Hal ini didukung oleh keputusan dari 400 pemuka agama Afganistan. Akhirnya pada tahun 2001, setelah bisa terlestarikan selama lebih dari 1.500 tahun, pemerintahan Taliban mengeluarkan fatwa bahwa patung-patung ini adalah berhala, dan kemudian dihancurkan dengan dinamit dan tembakan tank. Pada bulan Maret 2001, kedua patung terbesar Buddha ini hancur setelah usaha pengeboman secara intensif selama hampir satu bulan.
Beberapa Archaeologist menggungkapkan dan percaya, bahwa ada setidaknya patung yang selamat dari penghancuran, patung raksasa itu, adalah Buddha tidur (Sleaping buddha), setelah 7 tahun meneliti dan mencari mereka menemukan beberapa patung buddha raksasa 300 m. Patung buddha tidur (Sleaping buddha) pun diisukan ditemukan. dalam keadaan utuh dan tanpa kerusakan.
Hal yang menarik dari patung-patung tersebut adalah ditemukan teori baru yaitu:
Patung Buddha dari Bamiyan dahulu merupakan monumen yang terdiri dari dua patung Buddha yang berdiri dan diukir di sisi sebuah jurang di lembah Bamiyan, di tengah Afganistan. Lokasi patung berada kurang lebih 230 km arah barat laut Kabul pada ketinggian 2500 meter. Kemungkinan besar patung-patung ini dibuat pada abad ke-5 atau ke-6 dan merupakan perpaduan klasik antara seni gaya Yunani dan seni Buddha.
Stupa Buddha, biara dan patung-patung besar diukir dari batu pasir di Bamiyan di jantung Afghanistan keajaiban wisatawan, sarjana dan penikmat seni, budaya dan cendekiawan tidak lebih, hancur oleh rezim Taliban teroris Islam Fundamentalis Afghanistan, terlepas dari permohonan internasional terhadap ini ikonoklasme, mengeluarkan pada warisan budaya nenek moyang orang-orang Afghanistan sekarang. Kini negara-negara Internasional terutama sekutu Amerika Serikat berupaya memformat Afghanistan sesuai dengan bentuk yang dikehendakinya. Konfrensi tentang Afghanistan dilaksanakan hari ini tanggal 28 januari 2010, di London.

1 komentar:

  1. kesan damai dari wajah dan posisi tangan menggelisahkan pemuja berhala konsep kekerasan maka tak heran wajah dan tangan dihancurkan oleh muslim taliban

    BalasHapus